7 Banjir Terbesar di Jakarta

 

Banjir sudah seperti sebuah rutinitas bagi ibu kota, setiap tahun selalu ada daerah yang terendam banjir. Sebenarnya wilayah lain pun sering banjir, namun tidak sesering dan separah di Jakarta.

Banjir sendiri disebabkan oleh aliran air yang tersumbat, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik. Beberapa banjir di Jakarta memiliki skala yang luas dan kedalaman yang tinggi, berikut merupakan 7 banjir terbesar di Jakarta.

1. Banjir pada zaman kolonialisme Belanda

Zaman ini merupakan zaman yang sangat suram karena selain harus melawan penjajahan, warga Jakarta juga harus menghadapi banjir bandang yang melanda wilayahnya. Banjir ini juga disebut sebagai banjir terparah dalam dua dekade terakhir.

Banjir ini disebabkan oleh limpahan air dari Sungai Ciliwung, Cisadane, Bekasi, dan Sungai Angke.

Banyak alat transportasi umum yang terendam banjir salah satunya adalah lintasan trem listrik. Arsitek khusus pun dipanggil oleh Jan Pieterszoon Coen untuk menangani banjir ini.

2. Banjir pada tahun 1979

Era Gubernur Tjokropranolo menjadi saksi dari banjir bandang yang terjadi pada tahun 1979 ini. Seluas 1.100 hektare tanah terendam oleh banjir yang sangat besar ini.

Sebenernya beberapa tahun hingga puluhan tahun sebelumnya pernah terjadi banjir hingga merendam pemukiman tepatnya pada tahun 1876 dan 1918. Namun banjir yang terjadi pada tahun 1979 lebih besar dan memiliki area banjir yang lebih luas.

3. Banjir pada tahun 1996

Jakarta terendam banjir pada tanggal 6-9 Januari setelah mengalami hujan dua hari. 9-13 Februari kembali terjadi hujan yang sangat lebat yang mengakibatkan berbagai wilayah terendam sedalam 7 meter.

529 rumah hanyut dan 398 rumah rusak akibat banjir bandang ini. Terdapat 30.000 orang yang mengungsi dengan korban jiwa sebanyak 20 orang, 435 juta Dolar merupakan perkiraan kerugian yang dialami akibat banjir bandang ini.

4. Banjir pada tahun 2007

2007 adalah tahun masa jabatan Gubernur Sutiyoso, di era ini terdapat salah satu banjir yang terburuk di Jakarta. Banjir kedalaman 5 meter merendam 3/5 wilayah DKI Jakarta.

Banjir disebabkan oleh hujan lebat yang terjadi selama 1 hari penuh, ditambah lagi dengan sistem drainase yang buruk serta datangnya air dari 13 sungai yang melintasi Jakarta. 80 orang dinyatakan meninggal dunia dan Rp 4,3 triliun adalah perkiraan kerugian yang dialami karena banjir ini.

5. Banjir pada tahun 2013

Februari 2013 menjadi bulan dan tahun yang memakan banyak korban jiwa karena banjir besar di DKI Jakarta. Sebanyak 33.500 orang mengungsi dan 20 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir yang sangat besar ini.

Banjir yang terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Joko Widodo ini hingga mampu melumpuhkan pusat kota. Rp 20 triliun adalah angka yang diperkirakan merupakan kerugian yang diakibatkan oleh banjir ini.

6. Banjir pada tahun 2015

Banjir kembali datang 2 tahun setelah poin sebelumnya, yaitu pada tahun 2015. 8 Februari 2015 sore hari merupakan waktu yang kurang baik dimana DKI Jakarta harus menerima lebatnya hujan.

Hujan lebat tersebut membuat banjir minimal di 52 titik. Kelapa Gading, Mangga Dua, dan Grogol menjadi beberapa tempat yang ikut terendam banjir.

7. Banjir pada tahun 2020

Banjir pada tahun 2020 tidak hanya menimpa Jakarta, tapi juga beberapa wilayah di Jabodetabek. 21 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras ini.

Banjir ini juga menyebabkan beberapa jalur kereta api serta beberapa bandara ditutup. Ada juga beberapa orang meninggal dunia yang disebabkan oleh tersengat listrik.

Itulah 7 banjir besar yang pernah melanda DKI Jakarta. Jangan lupa untuk selalu mendapatkan informasi terbaru melalui INews streaming rcti+. Aplikasi RCTIplus juga memungkinkan kamu untuk melakukan streaming ke berbagai stasiun Televisi.